Posts Subscribe to InFoGauLComments

Online bookmark Bookmark

Firasat Buruk Saat Melewati Rumah Kosong

Hy guy.. salam sejahtera buat sahabat misteri. Perkenalkan saya Kiki, mungkin bagi kalian nama saya sudah tidak asing haha. O ya saya mau share cerita ni, mudah2an ceritanya serem and menegangkan, dan saya minta maaf apabila dalam penulisan saya masih berantakan, maklum masih newbie.. haha

Cerita ini udah lama saya alami ya kira2 4 thn yang lalu. Saya yang sudah janji hari Sabtu mau maen ke humz doi (sebut aja Fitri) berangkat sekitar jam 17:00. O ya humz Fitri di daerah LA (l****** a***** ). Sekitar jam 19:20 saya sampai.

Seperti biasa saya dan fitri ngobrol di teras. Saking asiknya ngobrol saya sampai lupa waktu, pass liat jam tangan waktu menunjukan jam 00:15. Akhirnya saya pamit sama orang tua Fitri. Sesudah pamit langsung saya nyalain motor. Didalam perjalanan pulang saya teringat kata si Fitri "Nanti kalau lewat rumah kosong hati2 ya beb". Saya hanya menganggukkan kepala saja.

Sebenarnya sih uda ada firasat buruk sama itu rumah kosong, dan firasat itu benar terjadi. Pass mau lewat rumah kosong itu tiba2 motor mati total. Saya sudah mensela menstarter motor tapi tetap tidak mau hidup. Dalam kondisi panik saya trus berusaha namun hasilnya sama saja. Tanpa sengaja saya meliat rumah kosong itu.

Saya kaget bukan maen cz saya meliat mr poci sedang melayang diatas rumah. Dan yang bikin saya takut lagi yaitu ketika melihat ke belakang. Saya meliat mis kunti sedang duduk di dahan pohon kira2 jaraknya 5 M dari saya. Sambil ketawa cekikikan dia terus memandang saya dengan tatapan yang dingin dan senyum manisnya.

Manis sih emang senyumnya, tapi sayang bikin bulu kuduk berdiri haha. Saking takutnya saya sampai pingsan di tempat. Pass bangun saya sudah ada di humz doi. Saya heran kenapa doi nangis, dan kata orang disekitar sana saya masih untung bisa selamat dari kejadian semalam. Sekarang saya baru sadar mengapa doi nangis.

Ok sampai disini dulu cerita saya. Sebenarnya sih masih banyak cerita misteri yang saya mau share, berhubung waktu yang tidak menentukan jadinya saya share 1 dulu ya. Kapan2 saya akan berbagi cerita saya lagi.

Salam


- Kiki Bho3razt -vvv
Read more >>

Dicakar Setan

Hy ini aku Adi yang dulu kirim cerita akur lagi gara-gara hantu. Langsung saja...

Kejadian ini terjadi waktu lebaran Idul Adha tahun 2010 lalu, tepatnya ketika malam takbiran. Awalnya seperti biasa kalau malam takbiran aku dan teman-teman ku selalu ikut takbiran sampe malem, ada yang sampe pagi juga sih, tapi aku ngak ikut karena dah ngantuk banget.

Seperti biasa sebelum tidur aku sikat gigi. La pas waktu mau ke kamar mandi aku merasa seperti terjadi gempa agak keras. Aku langsung balik ke rumah dan tanya sama orang tuaku, tapi anehnya mereka gak kerasa apa-apa. Aku yang masih bingung kembali ke kamar mandi untuk sikat gigi. Setelah sikat gigi aku coba untuk tidur walaupun masih bingung dan masih mikirin kejadian yang tadi. Tapi ya sudahlah pikirku, paling besok juga dah lupa.

Waktu aku mulai mejamin mata tiba-tiba aku ngerasa seperti ada cahaya yang sangat terang dari atas genteng bergerak dari kiri ke kanan (diatas kamarku ada genteng dari kaca jadi aku bisa lihat jelas banget). Saking terangnya, waktu mata terpejampun masih terasa silau banget, seperti waktu merem mata kita di senterin (paham kan?).

Aku sangat kaget, tapi berhubung dah ngantuk banget aku coba tuk merem lagi dan ada cahaya lagi, sekarang dari kanan ke kiri, aku mulai ketakutan. Setelah itu aku coba tidur miring biar gak lihat itu benda gak jelas. Tapi setelah aku berhasil tertidur aku terbangun di tengah malam dan ketindihan.

Aku merasa seperti berada di ruang yang sangat putih dan lampu yang sangat terang dan aku merasa tubuh ku seperti diraba-raba dan tubuh ku pun semakin lemas dan tak bisa digerakkan. Lalu mata ku terpejam lagi dan aku bangun dipagi hari. Aku buru-buru ke kamar mandi karena udah kesiangan mau salat ied dan belum salat subuh. Tapi waktu buka baju aku kaget karena di dada ku ada bekas cakar...

Dari bekasnya terlihat ada lima jari, bekasnya lebih besar dari cakar kucing tapi lebih kecil dari ukuran tangan manusia. Tentu saja aku heran padahal aku tidur pake baju seragam silat + kaos + jaket dan bajuku sama sekali gak ada yang kebuka. Dan entah kenapa seharian itu aku pusing2 dan tubuh rasanya seperti mau melayang (rasanya waktu kita kalau lagi demam dan panas tinggi). Aku ceritakan kejadian itu ke tetangga dan kata dia mungkin aku udah dicakar setan.

Sekian dulu. Sampe sekarang aku juga gak tau itu apa. Di tunggu komentnya!


- Adi -
Read more >>

Pengalaman Saat LDKS OSIS

Hai semua, kenalin aku L (maaf aku harus sembunyiin identitas aku karena cerita-cerita yang akan aku kirim disini merupakan kisah nyata yang dialami oleh aku, teman-temanku, dan keluargaku). Aku adalah pendatang baru disini. Sebenarnya aku udah tau blog ini lama tapi baru sempet ngepost sekarang. Oke cerita yang aku kirim sekarang ini berjudul "pengalaman saat LDKS OSIS". Cekidot ya.

Kejadian ini berlangsung sekitar 2 tahun yang lalu, dimana saat itu aku menjadi anggota osis di SMA yang berada di kotaku (sekarang aku udah lulus). Kita mengikuti LDKS selama 3 hari 2 malam di sebuah villa yang masih berada di kotaku namun lebih ke daerah dalamnya lagi, daerah perkampungan banget. Jujur, sebenernya menurut kita semua, villa yang kita tempatin itu emang horror, secara keliatan dari keadaan sekelilingnya, apalagi banyaknya larangan di daerah itu.

Di bagian depan villa, ada pohon yang besar banget dan ada gajebonya dibawah pohon itu. Menurut penjaganya, nggak ada yang boleh duduk disitu dengan jumlah ganjil. Terus di bagian depannya itu ada kolam ikan + kursi santai buat kita semua, dan nggak ada yang boleh foto-foto di daerah situ. Dibagian samping villa, itu adalah kuburan yang hanya dibatasi oleh tembok yang tingginya cuma setengah. Dan di halaman belakang, ada banyak pohon rambutan yang ada syaratnya jika ingin mengambil rambutan tersebut. Syaratnya simpel, cukup bilang "Permisi saya mau mengambil rambutan" itu aja kok.

Tapi saat itu kita semua melanggar. Aku dan beberapa anak osis yang ikut LDKS itu berfoto-foto di tempat kolam ikan itu, ada juga yang duduk di gajebo yang ada dibawah pohon, serta beberapa anak ada yang mengambil rambutan itu tanpa bilang "Permisi saya mau mengambil rambutan itu". Kemudian hal-hal aneh pun terjadi...

Emang bukan aku yang ngalamin, tapi kakak-kakak osisnya. Mereka yang cerita ke aku. Saat kita lagi penataran di malam ke dua dan malam itu hujan turun lumayan deras, kakak-kakak osis yang berada di gajebo luar untuk menjaga itu seperti melihat sesuatu. Salah satu dari mereka sebut saja kaka A melihat ke arah pohon, dan ternyata.. ada yang berdiri di atas pohon itu menggunakan baju putih panjang serta rambut yang terurai panjang. Awalnya si kak A ga percaya, tapi setelah diperhatiin dengan jelas, ternyata makhluk itu emang ada dan tatapan matanya lurus ke arah kak A dan teman-temannya, seolah-olah marah. kak A langsung kasih tau ke kak B.

A: Lo liat ga yang ada di pohon itu?
B: Mana?
A: Ituloh yang berdiri di situ, liat?
B: ... *hening*
A: Kenapa lo diem?
B: Itu kan..?
A: Iya daritadi ternyata dia disitu, lo jaga tuh yang lain khususnya yang cewe-cewe, sekalian baca-baca aja biar hilang

Dan alhamdulillah, setelah baca surat-surat pendek, penghuni di pohon itupun hilang. Usut punya usut, ternyata penyebab dia muncul adalah karena kita semua melanggar aturan-aturan disitu.

Tapi ada satu pertanyaan yang membuat seluruh peserta LDKS, panitia LDKS, dan guru-guru yang dibuat penasaran. Di dalam kamar tidur cewe, ada satu pintu yang tertutup rapat dan nggak boleh dibuka. Bilangnya sih gudang, tapi pada kurang percaya karena hawa di kamar tidur cewek itu pun terasa "berbeda", nggak kaya kamar tidur yang lain. Sebenernya ada apa dibalik pintu itu? huallah hu ahlam, hanya Allah dan penjaga villa itu yang tau.

Sekian cerita dariku. Maaf kalau ceritanya nggak seru dan nggak seram, soalnya ini masih permulaan. Kalau mau comment, mohon commentnya yang bermutu aja ya :) Terima kasih.
Read more >>

Hari Setelah Dijadikan Anak Botting

Halo semua, namaku Shodik aku tinggal di Palopo. Ini kejadian saat aku menjadi botting (anak pengantin - adat Bugis). Ini kisah nyata lo jadi selamat membaca...

Saat setelah aku dijadikan anak botting, aku cepat-cepat mengganti pakaian (maklum ingin main). Setelah magribnya pas aku selesai makan aku melihat ke jendela ternyata ada anak-anak yang tidak memakai baju joged, aku cuekin aja. Saat itu ada juga temanku namanya Naopal dan Ahmad.

Saat malam, selesai shalat isya aku melihat sosok makluk halus, bajunya putih dan kaki tangan serta kepalanya tidak terlihat, aneh nya dia tergantung. Aku kaget dan cepat-cepat ingin tidur.

Pas aku ingin tidur aku melihat kepala anjing dengan posisi melihat ku. Aku kaget dan badan ku tidak bisa bergerak. Saat dia pergi, akupun lega. Aku menghadap ke arah lemari karena ketakutan, disitu aku melihat di atas lemari ada sosok ular berkulit putih yang bertanduk.

Anehnya, subuh-subuh aku melihatnya lagi ternyata masih ada sosok makluk halus berbaju putih yang kaki tangan dan kakinya tidak terlihat. Akhirnya Naopal melihat makhluk itu juga, dia langsung lari ke wc. Paginya aku takut cerita, hanya cerita sama Ahmad tetapi dia tidak percaya.

Tamat


Sekian ceritaku, maaf ya kalau tidak serem, tetapi ini nyata. Tolong ya komentarnya
Read more >>

Pengalaman Seram Saat Menginap di Villa

Hai, nama gue Alya. Gue disini mau share pengalaman pribadi gue. Pengalaman ini murni tanpa rekayasa, dan mohon maaf kalau ada kata yang belepotan karena ini pertama kalinya gue ngepost cerita (biasanya sih gue cuman jadi silent reader aja hehe).

Ceritanya bermula waktu gue sekeluarga besar nginep di villa milik teman om gue. Villa itu terdiri dari 2 rumah besar dan 1 kolam renang yang besar juga. Kita kesana naik 3 mobil. Pas udah sampai di villa, pembagian villa pun dilakukan. Villa yang letaknya dekat pintu masuk itu villa buat para om dan tante gue, sedangkan villa yang di belakang buat gue tempatin bareng sepupu-sepupu gue.

Gue dan 3 sepupu gue yang cewek langsung pilih kamar dan bebenah barang-barang kita. Karena capek dan nyampenya sore, kita sekeluarga besar langsung mandi dan istirahat di kamar masing-masing. Nah pas besok paginya, sepupu gue yang cowo pada mau berenang dan ngajak kita yang cewe. Akhirnya kita berenang tuh, tapi karena udara dan airnya terlalu dingin, gue dan 3 sepupu gue yang sekamar sama gue memutuskan untuk udahan berenang duluan. Kita mandi dan ngerumpi di kamar.

Nah ketiga sepupu gue ini, sebut aja Gia, Dinda, dan Rana ternyata ngerasa gak nyaman di villa ini (kalau gue sih biasa aja), dan dari sini mereka mulai berbagi pengalamannya ke gue.

Pengalaman Rana:
"Ga tau kenapa waktu sampe di villa ini hawa nya ga enak aja, dan jujur gue ga nyaman disini. Dan bener aja, waktu tadi mau berenang sebenernya di pinggir kolam gue ngeliat ada cewek pake baju renang tapi udah compang-camping lagi duduk sambil ngeliatin kita. Entah kenapa dia gak begitu serem bagi gue, tapi tatapannya tajam dan kulitnya pucet berkoreng. Ya jelas gua takut dan ngajak kalian udahan" (Rana ini anaknya om gue yang temannya si empunya villa, dia juga yang punya sixth sense).

Pengalaman Dinda:
"Kalo gue sih semalam gue mimpi aneh. Gue mimpi ketemu cewek yang mirip kaya yang lo ceritain Ran, dan si cewek itu ngajak gue ikut sama dia untuk lewat jalan di samping taman. Gue juga ga tau itu jalan beneran ada, tapi gue mutusin untuk ga ikut dia dan balik ke villa. Eh gue kebangun dan ga taunya udah pagi" (Si Dinda ini ga punya sixth sense dan sama cueknya kaya gue).

Pengalaman Gia:
"Waktu baru dateng kesini, gue nemu gelang", kata Gia. Sontak kita kaget dan nanya sama dia macem-macem. Lalu dia jalan ke lemari disamping kasurnya, trus balik-balik bawa gelang. "Nih Gelangnya. Sebenernya gue mikir mau nyimpen nih gelang dan mau gue bawa pulang, tapi gue takut ada apa-apa sama gelang ini. Rencana gue sih ngasih tau nyokap bokap gue tentang gelang ini". (Menurut gue sih gelangnya lumayan bagus, rantai besi gitu trus ada beberapa bandulnya antara lain: hati, bunga, bintang, bulan sabit).

Penemuan gelang ini mendorong kita ber-empat buat nyari tau asal-usul gelang ini. Kebetulan pas lagi jalan keluar villa kita ketemu sama tukang kebun villa. Setelah wawancara, kita dapet satu cerita. Jadi sekitar pertengahan tahun kemarin, ada segerombolan remaja yang umurnya antara 17-19 tahunan nginep disini. Nah diantara mereka ada 1 pasangan yang mesra banget. Trus waktu sore yang sekaligus malam terakhir mereka disini, sepasang remaja ini berenang di kolam (di kolamnya tuh ada bagian yang 3 meter memang).

Dan entah bagaimana ceritanya (si tukang kebun ga tau pasti), waktu pagi hari si tukang kebun mau benahin taman di deket kolam, dia liat cewek itu udah ngapung sendirian di kolam. Dan pas si tukang kebun nyamperin, dia make gelang yang persis kaya yang Gia temuin. Teman-temannya udah pulang dari villa tersebut. Panik, si tukang kebun panggil polisi dan mayatnya diurus sama polisi, dan ternyata arwahnya bersemayam disini.

Setelah tau cerita itu, kita ke orang tua masing-masing dan cerita semuanya sama mereka dan mutusin pulang besok. Akhirnya besok pagi kita pulang. Kita ber-empat memperkirakan gelang ini jatuh waktu mayat si cewek ini diangkat sama tim medis.

Udah sampe situ ceritanya, mohon maaf kalau ada salah kata dan kepanjangan :)
Read more >>

2 Pengalaman Aneh di SMP

1. Penampakan di Kota Tua

Gw sama teman-teman gw pergi ke kota tua (bukan study tour, tapi jalan-jalan bareng teman aja). Kita perginya naek busway, tapi karena gw berangkatnya sore, nyampenya malem. Gw disitu sebenernya baru pertama kali juga ke kota tua. Nah, pas di suatu gedung yang keliatan banget udah tua, gw sama teman ber empat foto-foto.

Beberapa hari kemudian, gw sama teman gw si A pergi ke tukang cetak foto buat nyetak foto-foto itu. Semua fotonya kan totalnya ada 20, tapi 7 foto hasilnya bagus, 5 foto agak buram gitu, dan 6 foto justru hitam kelam (padahal udah pake flash).

Nah! sisanya gw liat ada cewek pake baju batik sekolah gw dan berkerudung! Gw sama teman-teman bingung. "Tapi, kayaknya itu muka, gw familiar gitu" kata si O. Pas diliat-liat, satu teman gw si Y langsung nunjuk fotonya sambil jerit "ASTAGFIURLOH! ITU KAN SI C! ANAK KELAS 8B YANG MENINGGAL SEHABIS MOS ITU!" jerit si Y ketakutan.
Langsung semua foto kecuali 7 foto yang hasilnya sempurna itu DIBAKAR sama kita! soalnya kita ngeri, takutnya malah gentayangan deket kita gitu.. Hiii!




2. Dibimbing Boneka Rajut

Gw sama teman-teman kan disuruh bawa benang rajut pas pelajaran seni budaya karena kita mau bikin boneka rajut. Gw bikin amburadul (karena gw ga mudeng sama intruksinya). Tapi, bikinan si A buagggus banget! dia bikin boneka dirinya sendiri dengan rambutnya yang lebat sama matanya yang hitam.

Tapi, gw heran... mata dia itu coklat terang, bukannya hitam. Pas gw tanya, dia bilang "Benang coklat gw abis buat bikin sepatunya". Gw dengernya cuma ber-ooh ria aja.

Terus, di suatu malem gw mau nginep di rumah si A. Pas sampe sana, gw ngeliat ada anak kecil berambut lurus dengan rambut lebatnya warna hitam sama matanya yang hitam pekat. "Loh? tu bocah kok pakaian sama mukanya kayaknya gw kenal ya?", waktu itu gw belum mudeng, jadi gw mikir kayak gitu.

Tiba-tiba dia lari dan ga tau kenapa firasat gw nyuruh gw ngejar dia! Gw kejar dia sampai ke lapangan. Pas gw sampe sana itu anak udah ilang! Baru gw sekitar 10 langkah mau keluar dari lapangan, gw liat di pojok ada cewek pingsan sama sebuah sepeda yang rusak. Pas gw deketin, sumpah ternyata itu si A! Gw langsung jejeritan apa lagi gw ngeliat kepalanya ngucur darah banyak. Orang-orang pun pada dateng ke arah si A terus bawa dia ke puskesmas.

Pas dia sadar, dia cerita kalau tadi sore pas dia lagi asik-asiknya main sepeda, dia kesandung batu terus jatoh dari sepeda. Kepalanya dia ngebentur batu yang dia sandung! tapi, dia bilang sebelum dia pingsan waktu itu dia ngeliat ngeliat anak kecil yang kayak boneka rajutnya lagi jongkok ngeliat dia dengan muka khawatir. Gw di situ baru sadar! kalo anak kecil itu ternyata boneka rajut itu! Pas gw tanya dimana bonekanya, dia bilang "ilang". Tapi gw terima kasih banget sama boneka itu udah ngasih tau si A pingsan!



Segini dulu ya ceritanya. Maaf gak serem dan ancur-ancuran.


- Eda -
Read more >>

Makmumku Dari Bangsa Jin

Aku adalah Emo, aku seorang pria yang saat ini berumur 23 tahun, namun umurku saat mengalami kejadian ini masih 17 tahun dan masih SMA. Kebetulan aku adalah murid yang aktif di kegiatan ekstrakulikuler teater. Karena ada sebuah penggarapan pentas, latihan teater pulang malam sekitar jam 20.30.

Jalan pulang yang kulalui memang harus melewati komplek pemakaman umum di daerah tempat aku tinggal, komplek pemakaman terbesar di daerahku. Mengapa aku menyebut komplek pemakaman? Karena tanah pemakaman ini sangatlah luas dan di sekat-sekat oleh jalan beraspal dan dinding tembok sebagai batas tanah makam, sehingga pemakaman ini layaknya sebuah komplek, dan diantara komplek pemakaman itu terdapat sebuah Masjid yang biasa digunakan warga sekitar.

Jam telah menunjukkan 20.55, maka kuputuskan saja berhenti di Masjid tersebut. Sungguh megah Masjid tersebut, bersih dan suasananya nyaman, tidak ada kesan angker ataupun mengerikan walaupun Masjid tersebut ada di komplek pemakaman. Segera kuparkirkan sepedaku dan kukunci cakram sepedaku dengan sebuah gembok, jaman sekarang rasa aman sudah mahal harganya. Aku sudah terlalu terburu-buru untuk segera sholat, segera ku berwudhu dan berniat untuk melakukan sholat isya.

"Allahuakbar..." sesaat setelah takbir ada seseorang yang menepuk pundakku, pertanda ingin bermakmum padaku, untung saja aku belum membaca Al-Fatiha. Aku pun segera merubah niatku untuk menjadi Imam, bacaan surat Al-fatiha pun kunyaringkan bahkan sampai pada ayat "Wa lad dollin...". Makmumku menjawab "Amieeen..." dengan serentak. Rupanya yang bermakmum padaku lumayan banyak, pria dan wanita. Itu bisa aku ketahui dari bergemanya suara amien dan suara khas laki-laki serta perempuan.

Aku tak menaruh curiga, begitu pun saat rakaat kedua. Makmum yang mengamini sama seperti di rakaat pertama. Sholat isya` berjalan sebagaimana mestinya. Tidak ada yang aneh sampai saat aku menyelesaikan sholat dan salam. Saat aku menoleh ke kanan dan kekiri untuk salam, aku bisa melihat makmumku melalui pintu kaca yang mengelilingi Masjid, makmumku terdiri dari 2 shaff itu laki-laki dan perempuan, namun saat aku berbalik hendak bersalaman... mereka lenyap.

Heran, bingung dan takut menjadi satu. Posisiku yang bersilah membuatku tak mampu berlari langsung karena ketakutan. Keringat dingin dan hawa lembab menambah suasana horor yang aku rasakan. Sial, kakiku kesemutan membuatku tak mampu berlari. Dari belakangku seorang laki-laki berjubah putih menepuk pundakku.

Singkat cerita, lelaki itu mengenalkan diri sebagai kiyai yang biasa menjadi imam. Dari kiyai tersebut aku mendapatkan kenyataan bahwa di Masjid tersebut biasa digunakan sebagai pondok pesantren serta pusat menimba ilmu dari bangsa jin. Aku dibantu berdiri oleh pak kyai tersebut dan dihantarkan menuju sepedaku untuk pulang. Sepulang dari Masjid tersebut aku di beri sebuah sajadah berwarna hijau, sejak saat itu hingga sekarang aku mampu merasakan dan mendeteksi bangsa jin.

Dan kiyai yang memberikan sajadah? Hingga sekarang aku mencari beliau dan masih belum bertemu kembali. Bodohnya aku, aku lupa menanyakan nama beliau. Entah siapa beliau. Sekarang aku adalah seorang perawat, dan stock cerita misteriku masih banyak. Nanti pelan-pelan akan aku bagikan di web ini.


- Emo -
Read more >>

Ketemu Pocong di Areal Pemancingan

Hai aku Farikha (penulis udah gak gila, sedih juga denger teman-teman pada memaki-makiku di ceritaku yang kemarin). Ok langsung aja...

Aku mau share cerita saat bulan Ramadhan 2010 kemarin. Saat itu pulang traweh, karena gak mau jalan sendiri aku menelepon pacarku untuk menjemput (sekarang udah jadi mantan). Saat itu pulangnya lewat areal pemancingan yang gelap dan banyak pohon pisangnya. Saat itu aku duduknya ke arah depan dan memeluk erat pacarku, yah menyisakan 1 tempat duduk (taukan kalau pake motor bisa bonceng 3).

Nah tiba-tiba dideket tempat gelap pacarku ngomong "Bunda, liat ke arah depan ajah ya, gak usah nengok-nengok kiri kanan". Aku yang heran langsung nanya "Emank napa yah? (ayah)", kulihat cowokku makin tak tenang duduknya. "Udahlah bun, gak usah ngeyel, kalau perlu tutup mata". Lah, dibilang gitu aku malah nengok kiri, dan ketika ku tengok arah kanan tampaklah sesosok pocong yang lagi berdiri dibawah pohon pisang.

Innallillah kafannya lusuh, wajahnya berdarah-darah lengkap dengan kapasnya, lagi melotot kearah kami. Akupun langsung histeris "Ayah, ayahhh ngebut ayahhh" teriakku sambil nangis. Dan jawaban pacarku "Bun, ayah tuh dari tadi udah ngegas tau tapi lajunya yah segini-gini". Aku liat ke arah pocongnya eh makin deket di pinggir jalan. Aku takut pocongnya ikut ngebonceng, tambah paniklah aku sambil baca ayat kursi.

Alhamdullilah, laju motor kembali normal, dan secepat itu pula pacarku menambah kecepatan dan meninggalkan areal pemancingan tersebut.


- Farikha Lamadi -
Read more >>

Indera Keenam di Kalangan Keluargaku

Hai, namaku Lia. Baru pertama kali baca di blog ini terus kepikiran buat ikutan sharing cerita. Kata beberapa anggota keluargaku, karena kakekku bisa interaksi sama yang gak keliatan (kayak ustad Solehpati di mister Tukul) hampir semua sodaraku jadi punya kelebihan (indera keenam) yang berbeda2...

Kakakku, cuman bisa ngerasain doang. Dia tau mana daerah yang ada penghuninya, tau kalau ada setan di sekeliling dia, dll. Adekku sering ketempelan (hampir mirip kesurupan). Pernah dia sampe ngurung diri di kamar berhari-hari dan gak mau omong apapun, sampe tiba-tiba ngamuk kalau dia lagi marah. Katanya tetanggaku, karena kalau dia lagi marah, dia selalu diem aja gak mau omong dan pikirannya kosong makanya gampang disusupi setan. Kalau aku sering banget deja vu lewat mimpi. Kadang mimpi lagi di tempat A, dan beberapa hari kemudian aku beneran pergi kesitu dan suasana ampe jalan ceritanya persis sama kayak di mimpiku.

Cerita serem ini juga aku alami di mimpiku. Ini salah satunya ya... Kira - kira 3 tahun yang lalu, sepupuku meninggal kecelakaan. Dia dan aku emang deket banget. Dan waktu itu dia tewas mengenaskan (tertabrak truk dan kelindas ban truk tepat di kepalanya).

Beberapa hari setelah dia meninggal, aku mimpi aneh tentang dia. Di mimpi aku sedang ditarik dia menuju ke gedung bertingkat. Wujudnya udah bukan kayak sepupuku tapi kayak kuntilanak. Pake baju putih panjang yang lusuh. Badannya lusuh, kuku panjang2, rambut acak2an dan menutupi mukanya. Dia membawaku ke tingkat paling atas dan terus–terusan mendorongku ke bawah. Aku jelas aja menolak dan berusaha menghindari dia.

Aku lalu bertanya sama dia "Kamu kenapa mau jorokin aku ke bawah? Salahku sama kamu apa?". Tiba-tiba aja dia mendongak ke arahku. Mukanya putih pucat, matanya merah sayu, bener–bener seperti mayat hidup. Dia jawab "Aku kesepian. Di sana aku sendirian. Kamu sayang sama aku khan? Ayo temanin aku!". Selesai jawab, lagi–lagi dia berusaha mendorong aku ke bawah. Spontan, aku berteriak–teriak meminta dia buat berhenti mendorongku. Aku menangis. Ketika dia tahu aku menangis, dia berhenti mendorongku.

Aku omong lagi ke dia "Vin, urusanku di dunia ini belum selesai. Tolong, jangan ajak aku buat nyusul kamu sekarang. Aku juga belum nunjukin bakti aku di dunia buat orangtuaku. Aku emang sayang sama kamu. Suatu saat pasti aku nyusul kamu. Pasti aku nyusul kamu di surga kalau udah waktunya aku dipanggil yang Kuasa. Tenang aja, aku bakal sering doain kamu biar gak kesepian". Dia lalu melepaskan tangannya dari badanku. Dia cuman tersenyum, senyum yang persis sama kayak waktu dia masih hidup.

Habis itu aku langsung bangun dari tidurku. Butuh waktu sampe berjam–jam buat nenangin diriku akibat efek dari mimpi buruk itu. Siangnya aku ceritain mimpi itu ke orangtuaku. Kata orangtuaku itu bukan Vina (sepupuku yang meninggal) tapi jin, niatnya pengen cari korban. Orangtuaku bersyukur banget waktu aku bisa menolak ajakannya, apalagi waktu aku bilang kalau kelak bakal nyusul di surga kalau udah saatnya. Katanya jawabanku udah tepat buat ngusir jin itu. Gak tau itu beneran jin atau gak.

Sekian ceritaku, mohon kritik dan sarannya ya. Maaf kalau ceritanya kurang serem atau ribet.


- Lia -
Read more >>

Jembatan Angker di Depan Rumah

Hay, kenalin nama aku Nurul (12), sebenernya sih aku dah lama tw tentang blog ni, tapi cuma bisa sekarang ngepost cerita nya. Oh iya, maaf ya kalau cerita nya belepotan, coz baru pertama. Langsung ke cerita nya ya.. :)

Kejadian ini di alami oleh teman ku yang bernama Clara, rumah nya terletak di depan jembatan yang kata orang sich angker. Jadi waktu itu sedang ujian gitu, lah nama nya juga sang juara kelas, tentu donk harus belajar dan belajar truss.

Jadi karena besok ujian, dia sempat kan membaca buku subuh2 sekitar jam 4 gitu, orang yang ada di rumah nya blom bangun semua. Pas dia ke dapur (ntah ngambil apa) truss di jalan depan rumah nya terdengar bunyi tabrakan yang sangat keras gitu. Karena penasaran si Clara nengok keluar...

Dia sangat terkejut melihat seorang remaja (sekitar umur 16 tahun) berusaha naik ke atas jembatan dengan wajah dan seluruh badan berlumuran darah yang sangat menyeramkan. Tentu ia menutup pintu dan berlari ke dalam rumah nya.

Setelah sampai ke dalam rumah nya dengan perasaan takut, ia gemetar ketakutan dan mendengar suara ketukan pintu yang sangat keras. Dan seingat nya, ia jatuh pingsan dan ia mulai sadar sekitar jam 7 pagi.

Maaf ya kalau cerita nya kurang seram dan tulisan nya acak2kan. Add fb ku y..
Nurul Cie Twiblast
email:
nurulcute15@ovi.com
Read more >>

Malam Yang Mencekam

Apa kabar semuanya. Perkenalkan namaku Aryo. Aku sudah sejak lama mengenal blog cerita misteri ini dan membaca cerita-cerita didalamnya, namun baru kali ini aku sharing cerita disini.

Kisah ini terjadi pada tahun 2007, saat aku masih kuliah semester 3 di sebuah universitas favorit di Riau. Yang mengalami kisah ini sebenarnya adalah temanku, namanya sebut saja Jack. Dia adalah teman satu jurusan denganku dan tinggal dikost-kostan yang tak jauh dari kost-kostanku. Namun berhubung kostnya sedang direnovasi (lantainya dipasangi keramik baru oleh pemilik kost), jadinya dia sering numpang tidur di kosku.

Suatu hari, aku lupa hari apa, beberapa orang temannya yaitu Ardi, Ari, dan Heri datang dari kampung. Singkat cerita kami pun asyik bercerita dan bercanda tawa hingga larut malam. Saat itu sebenarnya aku menawari mereka untuk tidur dikamarku, tapi Jack menolak dengan alasan bahwa dia dan teman-temannya mau tidur dikamarnya dan kebetulan ada kamar yang sudah selesai direnovasi sehingga bisa ditempati untuk sementara waktu. Akhirnya jadilah mereka berempat tidur di kostnya si Jack.

Sekedar informasi, rumah kostnya si Jack itu terdiri dari sebuah rumah dengan 2 kamar disebelah kiri dan kanan serta lorong selebar 2 meter ditengah-tengahnya, 1 kamar mandi dibagian belakang, dan ruangan yang cukup lebar didekat kamar mandi yang difungsikan sebagai dapur umum. Sementara dibagian belakang rumah masih berupa semak belukar dan banyak ditumbuhi oleh pohon pisang yang cukup rimbun.

Esoknya pagi-pagi sehabis subuh mereka menggedor-gedor pintu kamarku. Pas kubuka, mereka langsung berebut masuk dengan wajah ketakutan. Karena penasaran kutanya si Jack, dia diam saja, malahan si Heri yang bercerita:

"Kami tadi malam tidur di kamar Jack sekitar jam 22.00. Pas tengah malam jam 12.30 aku terbangun. Kulihat aku, Ari, dan Ardi tidur merapat di dinding kamar sebelah Timur dekat pintu sementara Jack tidur merapat di dinding kamar sebelah Barat dengan posisi membelakangi kami. Saat kuperhatikan dengan seksama aku melihat sesosok cewek berpakaian putih dan berambut panjang berbaring dengan muka menghadap ke punggungnya Jack. Mustahil ada cewek bisa masuk ke dalam kamar, karena sebelum tidur kamar sudah kami kunci. Perlahan cewek itu mendekat dan memeluk Jack dari belakang. Aku merinding dan langsung memaksakan diri memejamkan mata walaupun sulit untuk bisa tidur. Pas aku membuka mata lagi jam 01.10 cewek itu sudah tidak ada".

"Bukan itu saja" tambah Ardi. "Jam 02.00 aku terbangun karena ingin buang air kecil. Aku langsung bergegas ke kamar mandi dan buang air kecil disana. Begitu keluar dari kamar mandi aku melihat sesosok cewek berbaju putih dan berambut panjang hingga menutupi wajahnya sedang berdiri disalah satu pojok dapur, langsung saja aku berlari kekamar, mengunci pintu dan menutup wajah dengan selimut".

"Semalaman mereka tak bisa tidur karena peristiwa itu hingga menjelang subuh, aku pun terbangun dan kulihat wajah mereka semua terlihat ketakutan. Pas kutanya mereka langsung menceritakan peristiwa yang mereka alami, makanya setelah subuh kami langsung pergi kesini karena aku tahu kalau kamu biasanya sudah bangun sejak pagi-pagi sekali", tambah Jack.

Aku terdiam, karena kuakui memang feelingku sering merasa tidak enak saat berada dikost-kostan Jack, tapi Alhamdulillah hingga saat ini aku tidak pernah melihat penampakan apapun di kost-kostan tersebut. Saat ini kost-kostan itu sudah selesai direnovasi dan seluruh kamarnya telah ditempati sehingga suasananya selalu ramai siang ataupun malam. Dan tidak pernah lagi kudengar cerita yang menyeramkan dari tempat itu.

Maaf jika ada kekurangan, harap maklum aku masih pemula. Mohon kritik dan sarannya dari teman-teman semua.


- Aryo -
Read more >>

Siapa Yang Dibelakangku?

Ketemu lagi dengan Aryo. Kali ini aku mau menceritakan pengalamanku sendiri yang baru-baru ini aku alami, yaitu saat mengikuti acara Camping di kampus dengan adik-adik dari himpunan mahasiswa (HIMA).

Kejadian ini aku alami tepatnya tanggal 17 Maret 2012. Pada pagi harinya kami (aku dan adik-adik HIMA) pergi ke tempat bersejarah di provinsi Riau yaitu candi Muara Takus dan Masjid Jami` Kampar dan malamnya dilanjutkan dengan acara Camping di hutan kampus (sedikit catatan, kampus kami masih memiliki wilayah yang luas dan masih banyak hutan serta semak belukarnya).

Berhubung bus yang kami naiki sering mogok, kami baru sampai ke Pekanbaru saat maghrib. Begitu sampai di kampus, aku langsung pulang ke kosan, mandi dan bertukar pakaian. Saat hendak berangkat lagi tiba-tiba hujan turun dengan derasnya dan baru berhenti sekitar pukul 22.00 WIB. Begitu hujan berhenti segera aku menuju ke hutan tempat Camping dengan mengendarai sepeda motor.

Begitu sampai di dekat jalan menuju ke hutan yang hanya berupa jalan setapak, kulihat sudah banyak motor yang terparkir disana. Namun aku tak berani masuk sendirian kelokasi perkemahan, karena selain jalannya gelap suasananya juga cukup membuat bulu kuduk berdiri.

Akhirnya kuputuskan untuk menunggu dipinggir hutan hingga tak lama kemudian datang dua orang adik tingkat yang bernama Rizal dan Roby. Rizal bertanya "Abang kok masih disini? tak masuk kedalam?". Aku jawab "Tak berani Zal, lagipula abang tak punya senter, takut pula nanti salah jalan". "Kalau begitu ayolah, Rizal punya HP senter. tapi baterainya tinggal dikit, jadi nanti abang cepat-cepat aja jalannya ya".

Akhirnya kami masuk ke dalam hutan menuju lokasi perkemahan. Awalnya aku di depan, Rizal yang menyenter jalan dari belakang. Tapi karena cahaya senternya sering terhalangi oleh badanku akhirnya kusuruh Rizal yang berjalan duluan dan aku mengikuti dari belakang. Saat itu aku mendengar suara langkah kaki dan suara hembusan nafas dibelakangku, namun karena kukira itu adalah Roby makanya aku merasa biasa saja.

Karena tak tahu jalannya akhirnya kami malah tersesat ke pinggiran Waduk Buatan, yang pemandangannya indah di siang hari, namun kurasakan begitu seram dan mencekam bila dikunjungi pada malam hari. Begitu sampai disana mulailah hawa-hawa tak enak kurasakan dibelakangku. Rizal berkata "Bang Aryo, nampaknya kita salah jalan lah. Tak ada nampak tanda-tanda ada acara perkemahan disekitar sini". Kupinjam sebentar HP senter Rizal dan kuarahkan kebelakangku... ternyata tidak ada siapa-siapa disana.

Tanpa pikir panjang kami langsung berebut lari kembali ke pinggiran hutan. Begitu sampai disana kulihat Roby masih duduk diatas motornya sambil merokok. Kutanya dia "Lho, Roby kok cepat banget sampai disini?". Dia kaget dan menjawab "Mana pula bang! awak dari tadi disini aja, tak ada ikut masuk ke dalam. Awak masih nunggu kawan beberapa orang lagi baru mau masuk ke dalam".

Langsung jantungku berdegup kencang. Jadi siapa yang mengikutiku dari belakang tadi?


- Aryo -
Read more >>

Tandem Siaran Di Bangku Kosong

Halo guys.. Perkenalkan nama saya Rama, saya penggemar baru blog ini. Maaf sebelumnya, jika tulisan yang saya buat agak semerawut dan kurang menyeramkan.

Saya berprofesi sebagai penyiar radio yang gemar memutar karya musik Band Indie. Jam siaran saya setiap Senin malam jam 8. Malam itu, seperti biasa saya bersiaran seperti malam-malam sebelumnya. Sendiri, tanpa ditemani tandem saya yang sedang berhalangan siaran, karena pekerjaan sampingannya sebagai penyanyi band cafe reguler.

Setelah menyiapkan beberapa playlist lagu yang hendak diputar, sayapun mulai membuka suara, tanda bahwa program yang saya bawakan sedang mengudara. Dengan ditemani suasana hujan yang dingin, sayapun mulai mengotak-atik komputer, memulai mencari bahan obrolan yang akan dibicarakan lewat internet.

Ditengah sedang asik mendengarkan lagu lewat headphone yang terpasang di telinga, sayup-sayup terdengar suara desahan manusia. Suara tersebut jika digambarkan terdengar seperti suara yang sedang bernafas dari mulut.

Aneh, padahal tidak ada seorangpun di ruangan itu. Dengan bodohnya, saya mulai memeriksa sebuah bilik yang berada tak jauh dari tempat duduk saya. Bilik dalam ruangan studio yang biasanya digunakan sebagai tempat "meluruskan badan" (tidur-tiduran). "Ya pastilah tidak ada siapa siapa disana, wong dari tadi aja emang udah kosong.." pikir saya dalam hati.

Sayapun kembali duduk dan memasangkan headphone. Namun tiba-tiba seluruh bulu kuduk jadi merinding. Suara itu kembali terdengar dan kali ini suara itu datang dari arah sebelah kiri saya, tepatnya ada sebuah kursi kosong yang biasa kami pakai untuk siaran berdua. Entah itu perasaan saja atau memang benar, kursi itu seperti sedikit berputar dan mengeluarkan bunyi. "Kreekk"...

Saya tidak berani untuk memalingkan wajah ke arah itu. Rasanya seperti ada sosok wanita berambut panjang yang sedang duduk memperhatikan saya dari kursi itu. Tidak jelas bagaimana raut wajahnya, tapi saya dapat merasakan kehadirannya dengan jelas.

Walaupun begitu, sebagai seorang penyiar tetaplah harus mengudara. Saya tidak beranjak dari ruangan studio sampai siaran selesai. 2 jam bersiaran di ruangan itu terasa seperti berjam-jam lamanya, dan wanita itu tetap tidak beranjak dari tempatnya.

Sesaat sebelum siaran saya berakhir, teman penyiar lain datang untuk menggantikan saya, akhirnya wanita itupun menghilang. Sayapun merasa lega, akhirnya ada seseorang yang datang, untuk menggantikan saya. Setelah berpamitan, sayapun pulang meninggalkan ruangan studio.

Dalam perjalanan saya lalu berfikir, "mungkin saya orang baru yang ingin dia ajak untuk berkenalan". Cara kenalan yang sangat aneh...

Follow my twitter account @RamsXes
Read more >>

Lukisan Bergambar Kehidupan

Semenjak 1 tahun silam saya lebih berhati-hati dalam menyimpan lukisan bergambar kehidupan. Panggil saja saya Edo, saya lulusan salah satu sekolah seni di Surabaya.

Waktu itu kelas kami sedang melukis untuk pameran akhir sekolah kami. Karena waktu yang diberikan untuk menyelesaikan tugas terbatas, kami terpaksa harus lembur di sekolah untuk menyelesaikannya. Sepulang sekolah, kami langsung menuju ruang lukis. Mendung dan sedikit gerimis tak menyurutkan niat kami untuk bekerja lembur, "hingga malam pun tiba".

06.15 PM
Lampu sekolah dimatikan (terkecuali ruangan kami berada). Angin dingin berhembus kencang, tapi tak juga turun hujan.

08.35 PM
Lelah, sebagian anak memutuskan selesai dan pulang, hingga tinggal 9 siswa. Tiba-tiba guru pembimbing datang dari arah Galeri dan bertingkah aneh, beliau berjalan sambil bergumam. Setelah itu, "Do!!! nanti kalau selesai jangan lupa kunci pintu Galeri!" perintah beliau. "Iya pak!!" jawab saya singkat.

09.35 PM
Semua memutuskan berhenti, dan saya bertanggung jawab menyimpan lukisan ke ruang Galeri (apa boleh buat). Setibanya, saya tertarik pada lukisan wanita Belanda yang terpajang di dinding yang seolah melirik tajam saat saya berjalan, Andre pun merasa hal yang sama pada lukisan lain. Tiba-tiba... BRAKK!!.
"Do ayo keluar!" Andre menabrakku dan ketakutan. Kami berlari ke guru pembimbing. Andre ngos-ngosan bilang pada Guru "Kuntilanak nya ketawa sambil di Galeri nyuruh saya pulang pak". "Kalian pasti gak salam dulu waktu masuk galeri ya?" tanya beliau. "Gak kepikiran pak" jawab kami. "Hati-hati, setan itu suka tinggal di lukisan hidup, makanya jangan sembrono dull!!".


- Edo -
Read more >>

Temanku Yang Tiba-Tiba Aneh

Hallo semua ... aku Necha, aku dari SMPN 1 Asembagus, aku masih kelas VII. Langsung aja ya...

Jadi gini, aku kan ikut ekstrakulikuler tari, ekstrakulikuler ini diadakan setiap Senin sore. Nah, pas sudah latihan kira2 jam 5an lah, aku sama Tera (disamarkan) mau pulang, tapi Tera ngajak aku untuk jalan-jalan sebentar ke lantai 2 buat lihat-lihat katanya. Aku sih awalnya nolak, tapi karena Tera maksa jadi aku mau.

Nah pas waktu sudah sampai di lantai 2 awalnya biasa2 saja, sampai waktu kita lewat depan perpustakaan sekolah, udaranya dingin banget terus tiba-tiba ada suara bangku yang diseret. Aku langsung ketakutan dan ngajak Tera buat pulang, tapi Tera nahan aku dan dia nggak mau diajak pulang. Aku aneh aja, biasanya si Tera ini orangnya penakut.

Terus aku lanjut deh jalannya, dan waktu kita tiba di ruang OSIS (sebelah ruang OSIS ini ada tangga yang menuju ke pintu gerbang belakang) Tera berhenti, dia mandangin tuh ruang OSIS padahal di dalem itu nggak ada yang aneh. Tiba-tiba dia nangis...

Aku ketakutan, secara disitu cuma kita berdua (ada satpam tapi di gerbang depan). Aku ngajak Tera buat pulang tapi Tera malah nangis sejadi-jadinya dan wajahnya pucat. Karena aku takut dan merinding aku lari turun tangga dan aku panggil tuh satpam ke gerbang depan. Setelah aku kasih tahu satpamnya, kita langsung lari ke tempat Tera. Tapi setelah sampai didepan ruang OSIS, yang kita temukan Tera malah pingsan, terus Tera dianter pulang sama satpamnya.

Pas keesokannya, aku nanya kenapa Tera tiba-tiba nangis gitu tapi dia ngga jawab apa-apa, dia cuma senyum sama aku. Dan setiap aku tanya dia ngga pernah jawab dan sekarang si Tera berhenti ikut ekstrakulikuler tari, aku juga ngga tahu kenapa. Entah apa yang terjadi sama Tera waktu itu sampai dia berhenti ikut ekstrakulikuler tari.

Sorry ya kalau ceritanya ngga serem dan amburadul soalnya baru pertama ngepost cerita ...
Read more >>

Bertemu Kuntilanak Dibawah Pohon Pisang

Terpaku ketika melihat kuntilanak dibawah pohon pisang, berpakaian putih lusuh, kaki yang tak menapak ke tanah, rambut yang panjang tak terurus menutupi sebagian mukanya, sedikit muka terlihat seperti habis terbakar, kulit terkelupas gosong, matanya menatap tajam kearah Jejen yang sedang memotong daun pisang.

Komeng : Astagfirullahallazim, (dalam hati terucap, terkejut melihat kuntilanak dibawah pohon pisang, gelisah, mondar-mandir).

Beng-beng : Lenapa loe Meng? (melihat komeng mondar-mandir, ditanya pun hanya diam saja).

Jejen : ... (terus memotong daun pisang).

Beng-beng dan Jejen tak sadar dengan keberadan kuntilanak yang ada dibawah pohon pisang dipinggir kali, hanya Komeng yang melihat walau pun tak bertatapan. Kuntilanak itu sudah membuat komeng gelisah tak menentu dan hati berdebar-debar tak karuan.

Ini adalah kejadian ketika sedang mengambil daun pisang dipinggir kali untuk acara NGE-LIWET (nongkrong sambil makan-makan bersama) Sabtu malam jam 10 malam, diperankan oleh Komeng, Beng-beng dan Jejen. Ini ceritaku yang ke empat, kejadian masih disekitar tempatku tinggal.

Terima kasih sudah mau membacanya, silahkan berkomentar (Agung, Jakarta Timur)
Read more >>

Menarik Kepala Makhluk Halus

Helo sobat Cerita Misteri, saya pendatang baru ni, panggil saja saya Ipoel. Langsung aja ke cerita ya...

Ini adalah kejadian saat saya di desa. Waktu kecil sering banget saya keluar malem sama teman-teman di desa, biasa anak kecil maen petak umpet. Saya waktu itu jadi yang jaga.

Nah saya cari dah itu teman-teman saya, tinggal 1 orang aja yang belum ketemu, sebut aja namanya Kirun. Nah, saya lihat tuh si Kirun lari sambil ketawa ke arah kandang kambing (Kayaknya sih yang lari Kirun), spontan saya kejar tuh si Kirun ke kandang kambing.

Saya jalan pelan ke arah kandang kambing supaya si Kirun nggak tau. Ada sesosok anak, saya kira tuh Kirun yang ngintip-ngintip di pintu kandang kambing (niat nya mau saya kagetin). Saya tarik tuh kepalanya si Kirun (tapi pelan). Ternyata yang saya tarik tuh kepalanya Si halus (tau kan maksudnya). Pas saya pegang tuh kepala, pundak saya ada yang megang sambil ngomong "Kepala ku jangan dijatuhin". Sepontan saya kaget, terus saya lempar aja tuh kepala...

Malem berikut nya saya liat TV sama bokap saya, dulu sih waktu rame-rame nya smackdown. Tepat jam 1 malem ada yang ngetok-ngetok pintu rumah sambil bilang "Kembalikan kepalaku (pake bahasa Jawa). Bokap saya langsung bukain pintu (gk tau dah bokap sama si halus mbicarin apa), terus bokap saya nyamperin saya dan tanya, "Kemarin kepalanya kamu lempar kemana?"...

Namanya anak kecil kalau ditanya serius kan gk berani jawab. Saya nangis sambil ngomong "Di kandang kambing". Terus bokap pergi ke kandang kambing sambil bawa senter (maksud nya mau nyari tuh Kepala). Alhamdulilah nya sih ketemu, dan sampe sekarang umur saya 19 tahun kalau ke desa saya gk boleh maen malem.

Dan sedikit tambahan ni... Ternyata sebelum nyari kepala si halus bokap saya ngajak tuh si halus buat kesepakatan: KALAU KEPALA KAMU KETEMU, KASIH TAU NOMER YANG KELUAR BESOK :D

Sekian cerita saya, semoga aja pada terhibur (walau tulisannya gk karuan gitu).


- ipoeell -
Read more >>

Jembatan Angker di Depan Rumah

Hay, kenalin nama aku Nurul (12), sebenernya sih aku dah lama tw tentang blog ni, tapi cuma bisa sekarang ngepost cerita nya. Oh iya, maaf ya kalau cerita nya belepotan, coz baru pertama. Langsung ke cerita nya ya.. :)

Kejadian ini di alami oleh teman ku yang bernama Clara, rumah nya terletak di depan jembatan yang kata orang sich angker. Jadi waktu itu sedang ujian gitu, lah nama nya juga sang juara kelas, tentu donk harus belajar dan belajar truss.

Jadi karena besok ujian, dia sempat kan membaca buku subuh2 sekitar jam 4 gitu, orang yang ada di rumah nya blom bangun semua. Pas dia ke dapur (ntah ngambil apa) truss di jalan depan rumah nya terdengar bunyi tabrakan yang sangat keras gitu. Karena penasaran si Clara nengok keluar...

Dia sangat terkejut melihat seorang remaja (sekitar umur 16 tahun) berusaha naik ke atas jembatan dengan wajah dan seluruh badan berlumuran darah yang sangat menyeramkan. Tentu ia menutup pintu dan berlari ke dalam rumah nya.

Setelah sampai ke dalam rumah nya dengan perasaan takut, ia gemetar ketakutan dan mendengar suara ketukan pintu yang sangat keras. Dan seingat nya, ia jatuh pingsan dan ia mulai sadar sekitar jam 7 pagi.

Maaf ya kalau cerita nya kurang seram dan tulisan nya acak2kan. Add fb ku y..
Nurul Cie Twiblast
email:
nurulcute15@ovi.com
Read more >>

Kisah Room Boy Hotel 1

Udah lama gk ngirim cerita nih. Kali ini saya mau menceritakan pengalaman tetangga saya yang bernama Anto ketika dia bekerja sebagai roomboy di sebuah hotel bintang 3 di Jakarta.

Hari itu kebetulan dia mendapat tugas membersihkan kamar di lantai 4. Sebelum dia masuk ke kamar, terlebih dahulu dia menyusuri koridor untuk melihat tanda request tamu di pegangan pintu (tanda itu biasanya digantungkan di pegangan pintu, bisa berupa: jangan diganggu, atau mohon bersihkan kamar). Setelah dia telusuri , dapatlah tanda yang terpasang dari beberapa kamar yang bertuliskan mohon bersihkan kamar, kecuali kamar 410 yang menggantungkan tanda "Jangan diganggu". Mulailah dia mengerjakan kamar yang minta dibersihkan.

Suasana koridor sangat mencekam, sepi sunyi, tidak ada tamu yang lalu lalang. Kamar demi kamar dia kerjakan hingga waktu menunjukkan pukul 13.00, rasa lelah mulai menerpa dirinya karena setengah hari bekerja, diapun berniat untuk istirahat terlebih dahulu untuk makan siang. Namun sebelum ia keluar dari koridor, dia melirik ke kamar 409 yang bertandakan mohon bersihkan kamar.

Buru-buru dia kerjakan kamar tersebut takut kalau ditunda sang tamu akan complain ke management, mulailah dia masuk dan membersihkan kamar tersebut. Ditengah2 bekerja, dia mendengar suara orang ngorok sekitar 1 menitan dari kamar sebelah alias kamar 410. Tidak dia hiraukan suara itu, mungkin tamu yang sedang tertidur fikirnya. Dua puluh menit berlalu, selesailah dia membersihkan kamar 409, diapun segera bergegas mendorong trolly ke depan lift karyawan dan turun untuk istirahat.

Istirahat pun selesai, Anto kembali ke lantai 4, dan mulai bekerja. Diliriknya kamar 410 masih memasang tanda yang sama. Koridor begitu sepi suasana yang lain dari biasanya membuat bulu kuduknya merinding, tanpa berfikir macam2 dia bergegas untuk bekerja. Kamar demi kamar dia kerjakan, tak terasa waktu sudah menunjukkan pukul 5 sore, semua kamar telah dia kerjakan, hanya kamar 410 saja yang belum karena masih bertanda jangan diganggu.

Anto pun menelepon supervisor (atasan room boy yang bertugas mengecek kamar hasil kerjaan romboy). Dia telepon mengenai kamar 410.

Anto : Selamat sore pak, kamar 410 statusnya jangan diganggu, jadi gk usah saya kerjakan ya pak?
Supervisor : Coba kamu cek dulu kamarnya, soalnya dari kemaren terpasang tanda dont disturb, ini mencurigakan.
Anto: Baik pak.

Bergegas Anto menuju kamar 410. Ketika tepat didepan pintu, entah mengapa jantung Anto berdegup kencang diiringi perasaan merinding. Dia ketuk pintunya 3x, tapi tidak ada jawaban, lalu dia buka pintu. Tercium aroma amis menyengat, dia lihat ke lantai tembok banyak sekali ceceran darah, ini membuatnya semakin syok. Dia langkahkan kaki lebih dalam ke tempat tidur, dan yaa ammpuuun... dilihatnya seorang wanita sedang terlentang dengan leher yang hampir putus bersimbah darah...

Mulutnya sulit teriak seperti nyangkut ditenggorokkan. Sambil jalan perlahan keluar, Anto pun secepat kilat turun ke bawah, dan teriak2 "Ada mayat, ada mayat". Sontak area karyawan menjadi mencekam. "Dimana? dimana?" tanya security manager, "Di 410" jawab Anto. "Coba kamu tenang dulu, diam, jangan sampai terdengar oleh tamu", kata security manager.

Berangkatlah security manager disertai bawahannya dan juga beberapa staff housekeeping menuju TKP. Segeralah mereka melapor ke polisi, secepat kilat polisi pun datang dan membawa mayat tersebut untuk diotopsi.

Kabar ini sempat terdengar ke tamu lantai 4 karena suara olah TKP yang berisik, segeralah para tamu itu check out karena menakutkan sekali. Namun ada seorang tamu dikamar ujung yang belum tahu kejadian ini dikarenakan dia pulang ke kamar setelah selesai olah TKP.

Lalu apa yang terjadi dengan sang tamu tersebut di malam harinya???

Karena ceritanya terlalu panjang dan tidak muat untuk ditulis maka tunggu cerita selanjutnya dari Billy Long
Read more >>

Ular Apa Ini?

Cerita ini benar-benar saya alami waktu saya kecil. Saya sempat bingung karena saya belum pernah mendapat penjelasan dari yang saya lihat atau bertemu dengan orang yang mempunyai pengalaman sama seperti yang akan saya ceritakan disini.

Sebelumnya dalam budaya Jawa banyak ditemukan ukiran-ukiran mahluk berwujud ular (lebih mirip naga). Gambaran singkatnya kalau anda perhatikan salah satu alat musik wayang (gong), diatasnya ada ukiran patung ular memanjang, mulutnya terbuka lebar dengan gigi-gigi tajam yang menyeringai dan kepalanya memakai mahkota. Kalau anda orang Jawa pasti mengerti yang saya maksud.

Waktu itu saya masih kecil dan didalam rumah saya sering menemukan sisa kulit ular sebesar jari jempol menempel di pecahan tembok kamar rumah saya. Sebelumnya saya cuek dan mengacuhkannya. Suatu hari teman saya bernama M main ke rumah saya, lalu kami bermain didalam rumah. Waktu itu kedua orang tua saya tidak ada di rumah.

Perlu diketahui, rumah saya waktu itu masih berlantai tanah. Sampai suatu waktu saya dan teman saya bermain didalam kamar yang saya maksud diatas. Nah, saat didalam kamar tersebut saya menemukan kulit ular tergeletak diatas tanah. Kalau diperhatikan (walau cuma kulitnya saja) kepala ular ini cukup aneh karena kepalanya mempunyai moncong seperti buaya dan tempurung kepalanya besar.

Karena saya masih kecil dan belum tau benar anatomi ular saya mengacuhkannya (setelah saya besar saya baru tau yang saya lihat itu sangat berbeda). Lalu saya mengambil lidi dan bermain-main dengan kulit ular itu sambil mengobrol dengan teman saya tadi. Lalu keanehan terjadi...

Kulit ular yang saya maenin tadi tiba-tiba hidup dan berjalan mundur ke arah saya. Saya pun kaget bukan kepalang. Cara berjalannya pun aneh bukan setengah lingkar ke kiri ke kanan seperti ular umumnya, tapi ke atas ke bawah. Langsung saja secara reflek saya dan teman saya loncat dan lari seribu kaki keluar rumah. Saya berusaha menceritakan apa yang saya lihat pada orang-orang sekitar saya tapi mereka tidak percaya dan mengacuhkan saya. Tapi saya sangat yakin dengan yang saya lihat.

Setelah saya dewasa saya baru sadar ular yang saya lihat itu bukan ular biasa dan sangat mirip dengan ular naga dalam mitologi Jawa. Dan setelah saya flashback lebih jauh walau samar, saya masih ingat (saya masih digendong ibu saya) saya sering melihat ular ini disekitar saya dalam keadaan ular yang sebenarnya (bukan kulitnya), dia berjalan sangat cepat, kulitnya hitam dan cara berjalannya keatas kebawah...

Mohon maaf, mungkin saya menulis cerita yang tidak seram tapi saya cuma sekedar berbagi pengalaman saja dengan teman-teman disini. Mohon maaf kalau ada kesalahan kata atau penulisan juga karena ini tulisan pertama saya. Sekian.


- Arya -
Read more >>

Rumah Sebelah


Perkenalkan, namaku Eri. Ini cerita pertamaku di sini. Kisah yang aku tulis ini bedasarkan pengalaman dari Tanteku, tepatnya 3 tahun yang lalu. Rumah kami terletak di daerah Malang.

Tanteku (sebut saja "Selvy") tinggal di rumah kosong yang terletak di sebelah rumahku. Rumah itu memang sudah lama tidak berpenghuni dan akhirnya dibeli oleh orang tuanya. Dia tinggal di Malang karena orang tuanya berpindah dari satu kota ke kota lain (dinas) dan dia memutuskan untuk menempati rumah itu. Daripada tinggal sendiri, maka aku disuruh oleh omaku untuk menemani tanteku untuk tidur malam di situ karena di siang hari ada pembantu yang menemani dia. Maklum, ibunya tante Selvy dan omaku bersaudara dan Tante Selvy sudah dianggap seperti anaknya sendiri.

Waktu itu tante Selvy masih kelas 3 SMA dan aku masih duduk di kelas 2 SMP. Suatu malam, sebelum tidur tante Selvy ngomong ke aku "Eri, nanti malam tante mau sholat tahajud berhubung tante sudah mau Ujian Nasional, semoga tante diberi kemudahan dalam kelulusannya". Akupun mengangguk. Sudah biasa sebenarnya, kalau sudah menghadapi Ujian Nasional, murid-murid kelas 3 berubah menjadi sangat alim dan tobat` (ini termasuk Tante Selvy, biasanya dia suka keluyuran sama teman daripada belajar di rumah).

Setelah mematikan lampu, kami pun beranjak tidur. Tepat jam setengah 3 pagi, alarm Tante Selvy berbunyi. "Sudah mau sholat tahajjud dia," pikirku. Kamar tidur kami memiliki satu kamar mandi yang cukup luas. Tante Selvy pun segera mengambil wudhu dan menyiapkan alat sholat dan sajadahnya. Yang aku heran, kenapa dia harus sholat tepat di depan pintu kamar mandi (kamar mandi terletak di belakangnya). Dan di depan Tante Selvy terdapat cermin antik berbentuk oval, ukurannya pun lumayan besar. Aku kembali melanjutkan tidurku karena memang terlalu capek berkegiatan di sekolah.

Tante Selvy pun mengucapkan niat sholat tahajudnya. Akan tetapi, mendadak terdengar suara gemuruh yang berasal dari dalam kamar mandi. Suaranya terdengar seperti botol-botol sabun mandi yang terjatuh. Karena dia berpikir bahwa itu ulah tikus, dia membuka pintu kamar mandi dan mengecek ulang. Ternyata tidak ada yang jatuh, semua barang ada pada posisinya.

Berpikir bahwa itu hanyalah sebuah halusinasi, Tante Selvy pun melanjutkan sholat Tahajjudnya. Ketika dia hendak melakukan takbir, sekejap bulu kuduknya berdiri. Alangkah kagetnya ia ketika melihat bayangan orang besar bermata merah berdiri di belakangnya (bayangannya terpantul di cermin sehingga tanteku mampu melihatnya). Tante Selvy berusaha menghiraukannya dan dia melakukan sujud sambil ber-istighfar dalam hati.

Ketika dia hendak berdiri lagi setelah sujud, dia dikejutkan kembali oleh kehadiran sepasang kaki tak berbadan, berjalan tepat di depan matanya. Air mata Tante Selvy mulai menetes karena dia sangat ketakutan. Ia segera menyelesaikan sholat tahajjudnya dan beranjak ke tempat tidur sambil melafadzkan surat-surat Al-Qur`an yang dia ketahui.

Pagi harinya ketika aku terbangun, Tante Selvy menceritakan semua yang terjadi padanya semalam. Dia juga bercerita bahwa ketika dia hendak membangunkanku, ada bayangan orang besar yang berdiri tepat di sebelahku yang tertidur. Kemudian, di hari-hari berikutnya, kalau Tante Selvy sedang sholat tahajjud, aku pun bangun dan menemaninya untuk sholat.

Sekarang, Tante Selvy sudah lulus dan melanjutkan pendidikannya di Jakarta. Akupun masih tinggal di Malang (sekarang duduk di kelas 2 SMA) dan masih teringat tentang Rumah Sebelah. Sampai saat ini, gangguan di Rumah Sebelah masih berlanjut meskipun sudah diadakan pembacaan doa. Aku berpendapat bahwa mereka sudah betah tinggal di sana dan tak mau diusir. Semoga keberadaan mereka tidak mengusik kami.
Read more >>

Makmumku Dari Bangsa Jin

Aku adalah Emo, aku seorang pria yang saat ini berumur 23 tahun, namun umurku saat mengalami kejadian ini masih 17 tahun dan masih SMA. Kebetulan aku adalah murid yang aktif di kegiatan ekstrakulikuler teater. Karena ada sebuah penggarapan pentas, latihan teater pulang malam sekitar jam 20.30.

Jalan pulang yang kulalui memang harus melewati komplek pemakaman umum di daerah tempat aku tinggal, komplek pemakaman terbesar di daerahku. Mengapa aku menyebut komplek pemakaman? Karena tanah pemakaman ini sangatlah luas dan di sekat-sekat oleh jalan beraspal dan dinding tembok sebagai batas tanah makam, sehingga pemakaman ini layaknya sebuah komplek, dan diantara komplek pemakaman itu terdapat sebuah Masjid yang biasa digunakan warga sekitar.

Jam telah menunjukkan 20.55, maka kuputuskan saja berhenti di Masjid tersebut. Sungguh megah Masjid tersebut, bersih dan suasananya nyaman, tidak ada kesan angker ataupun mengerikan walaupun Masjid tersebut ada di komplek pemakaman. Segera kuparkirkan sepedaku dan kukunci cakram sepedaku dengan sebuah gembok, jaman sekarang rasa aman sudah mahal harganya. Aku sudah terlalu terburu-buru untuk segera sholat, segera ku berwudhu dan berniat untuk melakukan sholat isya.

"Allahuakbar..." sesaat setelah takbir ada seseorang yang menepuk pundakku, pertanda ingin bermakmum padaku, untung saja aku belum membaca Al-Fatiha. Aku pun segera merubah niatku untuk menjadi Imam, bacaan surat Al-fatiha pun kunyaringkan bahkan sampai pada ayat "Wa lad dollin...". Makmumku menjawab "Amieeen..." dengan serentak. Rupanya yang bermakmum padaku lumayan banyak, pria dan wanita. Itu bisa aku ketahui dari bergemanya suara amien dan suara khas laki-laki serta perempuan.

Aku tak menaruh curiga, begitu pun saat rakaat kedua. Makmum yang mengamini sama seperti di rakaat pertama. Sholat isya` berjalan sebagaimana mestinya. Tidak ada yang aneh sampai saat aku menyelesaikan sholat dan salam. Saat aku menoleh ke kanan dan kekiri untuk salam, aku bisa melihat makmumku melalui pintu kaca yang mengelilingi Masjid, makmumku terdiri dari 2 shaff itu laki-laki dan perempuan, namun saat aku berbalik hendak bersalaman... mereka lenyap.

Heran, bingung dan takut menjadi satu. Posisiku yang bersilah membuatku tak mampu berlari langsung karena ketakutan. Keringat dingin dan hawa lembab menambah suasana horor yang aku rasakan. Sial, kakiku kesemutan membuatku tak mampu berlari. Dari belakangku seorang laki-laki berjubah putih menepuk pundakku.

Singkat cerita, lelaki itu mengenalkan diri sebagai kiyai yang biasa menjadi imam. Dari kiyai tersebut aku mendapatkan kenyataan bahwa di Masjid tersebut biasa digunakan sebagai pondok pesantren serta pusat menimba ilmu dari bangsa jin. Aku dibantu berdiri oleh pak kyai tersebut dan dihantarkan menuju sepedaku untuk pulang. Sepulang dari Masjid tersebut aku di beri sebuah sajadah berwarna hijau, sejak saat itu hingga sekarang aku mampu merasakan dan mendeteksi bangsa jin.

Dan kiyai yang memberikan sajadah? Hingga sekarang aku mencari beliau dan masih belum bertemu kembali. Bodohnya aku, aku lupa menanyakan nama beliau. Entah siapa beliau. Sekarang aku adalah seorang perawat, dan stock cerita misteriku masih banyak. Nanti pelan-pelan akan aku bagikan di web ini.


- Emo -
Read more >>

Sholat Tahajud di Masjid yang Gelap

Hai kembali lagi dengan Azka disini. Sebelumnya saya sudah posting cerita yang berjudul Gara-Gara Belum Solat Isya.

Kali ini saya akan menceritakan pengalaman paman saya sewaktu ia sedang bekerja larut malam di Kantor Walikota Jakbar. Tanggalnya saya lupa karena ia tidak menceritakan ceritanya secara detil.

Siang itu, seperti biasanya paman saya sedang bekerja di kantornya dan ia berniat untuk pulang karena memang sudah waktunya. Disaat ia bersiap untuk pulang, atasannya menyuruh paman saya supaya lembur malam ini karena salah satu pegawai ada yang sedang berhalangan masuk. Tentu saja paman saya setuju dan langsung mengontak keluarganya di rumah bahwa ia tidak pulang karena lembur.

Singkat cerita, malam pun tiba. Jam menunjukkan pukul 01.00 WIB. Karena merasa bosan, iapun turun ke ruangan security untuk sekedar ngobrol atau main catur untuk melepas penat. Setibanya di ruangan, ia langsung disapa oleh petugas keamanan dan diajak untuk main catur. Namun ia teringat untuk sholat tahajud di Masjid. Jadi ia memutuskan untuk sholat dulu, baru setelah itu main catur.

Setibanya di Masjid, ia langsung mengambil air wudhu. Namun saat itu ia merasakan ada sesuatu yang aneh. "Kayaknya dari tadi ada yang ngeliatin deh" gumam paman saya dalam hati. Ia meneruskan wudhunya dan masuk ke dalam Masjid. "Gelap banget" katanya. Ya memang Masjid disitu dimatikan lampunya jika sudah jam 10 malam.

Ia memulai sholatnya. Rakaat pertama, ada sesuatu yang aneh di sekeliling paman saya. Konsentrasi sholatnya berkurang. Suasana Masjid seakan-akan ramai. Rakaat kedua, paman saya mengeraskan suaranya. Dan ketika ia hampir selesai membaca Al-Fathihah, "Waladhooliin" dan tiba-tiba, "AAAAMIIIIIN" menggema di seluruh ruangan Masjid.

Paman saya langsung kabur berlari ke luar Masjid dan menghampiri security. "Mas, mas, di Masjid... ada yang amin tadi denger nggak??" kata paman saya sambil terengah-engah. "Wah tadi kan yang solat bapak sendiri" jawab security. "Tapi sumpah pak, ada jama`ahnya!! Makanya saya langsung lari kesini. Saya takut!". Dan setelah kejadian itu, paman saya tidak berani lagi sholat tahajud di Masjid. Ia lebih memilih untuk shalat di ruangan security.

Thanks dan maaf kalau ada kata yang salah.
Keep reading!
Read more >>

Saat Latihan Paskibra di Sekolah

Sehari sebelum 17 Agustus 2008, aku dan teman-teman paskibra sekolahku mengadakan latihan terakhir agar besoknya bisa tampil maksimal. Kita semua latihan di sekolah pada malam hari. Disitu nggak hanya anggota paskibra aja, tapi ada juga kakak-kakak kelas dan alumni-alumni yang datang. Awalnya, kita semua latihan seperti biasa, nggak ada kejadian-kejadian aneh yang buat kita semua "merinding". Tapi lama-lama kejadian itu pun muncul...

Semua berawal dari saat aku dan salah satu temanku melihat kearah lantai 2, di dekat tangga dan di bagian gedung yang lagi dalam proses pembangunan kelas baru. Aku dan temanku melihat sekelebat bayangan putih lewat, otomatis kita berdua langsung diem. Tapi tiba-tiba entah karena apa, aku langsung refleks berjalan ke arah ruang guru untuk melihat ke arah kantin belakang karena kebetulan dekat dengan ruang guru, tapi saat itu aku mendadak diam. Sampai akhirnya temanku bertanya kepadaku kenapa aku diam. Dan pada saat itu aku langsung berjalan ke arah yang lain dengan muka pucat. Kemudian mereka bertanya kepadaku apa yang terjadi.

mereka (M), aku(A)
M: Lo kenapa? kok muka lo pucet banget?
A: Iya barusan gue liat..
M: Liat apa?
A: Liat cewe.. pakai baju putih.. duduk di kantin belakang. Rambutnya panjang, tapi.. kaki dia nggak nyentuh tanah.
M: Boong aja nih
A: Gue nggak boong, gue ngeliat sendiri, asli.
M: Emang dia duduk di sebelah mana?
A: Dia duduk yang di deretan tangga kecil
M: Itu pasti "penghuni" sekolah ini

Setelah itu kita semua akhirnya tau bahwa emang sekolahku punya 1 "penghuni" tetap. Bahkan kata kakak kelasku malam itu juga, di lantai 2 tepatnya di bagian gedung yang di bangun itu, ada sesosok anak kecil yang sedang melihat ke arah kita semua..

Aduh aku buat cerita ini aja sampai merinding ._.
Udahan dulu deh ceritanya, udah nggak kuat ini ._.
Terima kasih yah buat yang udah membaca, maaf kalau kurang seram dan nggak seru.
Read more >>

Sepasang Kekasih di Rumah Kosong


Salam misteri. Nama saya Fajar, saya akan menceritakan tentang beberapa cerita aneh di rumah saya yang berada di Serang Banten. Cerita ini pengalaman saya sendiri (asli nyata).

Pada suatu malam (kurang lebih 2 tahun yang lalu) saya bersama adik saya yang bernama Faisal sedang asyik nonton tv. Tak lama setelah itu bapak menyuruh saya membeli martabak di perempatan lampu merah dekat tempat saya tinggal, saya turuti perintah bapak. Lalu kami pergi (saya dan Faisal) untuk membeli martabak tersebut.

Di belakang rumahku ada "lelurung" gelap, pekarangan belakang kecil yang ditanami pohon pepaya, lalu di sebelahnya adalah rumah saudaraku yang telah kosong ditinggal penghuninya ke alam baka, suami-istri pemilik rumah tersebut telah meninggal karena kecelakaan pada saat si istri belajar motor (karena si istri terlalu full menarik gas, motor mereka menabrak ke sebuah tembok). Dan tak jauh dari rumah kosong tersebut (50 meter) ada pekuburan desa.

Lanjut ke cerita, saya dan Faisal pergi melewati rute belakang rumah tadi. Sewaktu melewati pekarangan, saya dan Faisal mencium wangi "bunga melati" yang sangat tajam. Sambil jalan, saya dan Faisal berbincang tentang makhluk halus penunggu rumah kosong tersebut. Di jalan saya menyeletuk berbicara begini "Mau lewat kuburan Cina ke, kuburan keramat ke, gw gak takut kalau dikasih duit".

Tak terjadi apapun pada saat pergi, namun pada saat pulangnya tepat di belakang rumah kosong tersebut saya dan Faisal melihat sepasang kekasih yang sedang duduk. Kedua wajah mereka tak terlihat karena tertunduk, pakaian hitam semua (mungkin karena gelap) pokoknya semuanya hitam, si cewe posisinya sedang memeluk si cowo. Pada saat itu saya dan Faisal hanya kaget melihatnya (karena jarak mereka hanya 1 meter dari kami). Dah anehnya kami sama sekali tak merasa takut pada mereka, dan kami melewatinya begitu saja.

Sesampainya di rumah aku baru sadar "siapa mereka?", mengapa ada di belakang rumah kosong tersebut?, mustahil jika itu manusia karena tempat tersebut gelap dan sepi dan dekat dengan kuburan. Lalu aku kembali ke tempat tadi untuk memastikan siapa mereka sebenarnya. Setelah ku samperin, ternyata mereka sudah tak ada.

Sumpah, ini cerita asli. See next time. Add fbku: fajar_sheilagank@yahoo.co.id.


- Fajar Hadi -
Read more >>

Ketemu Pocong di Areal Pemancingan

Hai aku Farikha (penulis udah gak gila, sedih juga denger teman-teman pada memaki-makiku di ceritaku yang kemarin). Ok langsung aja...

Aku mau share cerita saat bulan Ramadhan 2010 kemarin. Saat itu pulang traweh, karena gak mau jalan sendiri aku menelepon pacarku untuk menjemput (sekarang udah jadi mantan). Saat itu pulangnya lewat areal pemancingan yang gelap dan banyak pohon pisangnya. Saat itu aku duduknya ke arah depan dan memeluk erat pacarku, yah menyisakan 1 tempat duduk (taukan kalau pake motor bisa bonceng 3).

Nah tiba-tiba dideket tempat gelap pacarku ngomong "Bunda, liat ke arah depan ajah ya, gak usah nengok-nengok kiri kanan". Aku yang heran langsung nanya "Emank napa yah? (ayah)", kulihat cowokku makin tak tenang duduknya. "Udahlah bun, gak usah ngeyel, kalau perlu tutup mata". Lah, dibilang gitu aku malah nengok kiri, dan ketika ku tengok arah kanan tampaklah sesosok pocong yang lagi berdiri dibawah pohon pisang.

Innallillah kafannya lusuh, wajahnya berdarah-darah lengkap dengan kapasnya, lagi melotot kearah kami. Akupun langsung histeris "Ayah, ayahhh ngebut ayahhh" teriakku sambil nangis. Dan jawaban pacarku "Bun, ayah tuh dari tadi udah ngegas tau tapi lajunya yah segini-gini". Aku liat ke arah pocongnya eh makin deket di pinggir jalan. Aku takut pocongnya ikut ngebonceng, tambah paniklah aku sambil baca ayat kursi.

Alhamdullilah, laju motor kembali normal, dan secepat itu pula pacarku menambah kecepatan dan meninggalkan areal pemancingan tersebut.


- Farikha Lamadi -
Read more >>

Indera Keenam di Kalangan Keluargaku

Hai, namaku Lia. Baru pertama kali baca di blog ini terus kepikiran buat ikutan sharing cerita. Kata beberapa anggota keluargaku, karena kakekku bisa interaksi sama yang gak keliatan (kayak ustad Solehpati di mister Tukul) hampir semua sodaraku jadi punya kelebihan (indera keenam) yang berbeda2...

Kakakku, cuman bisa ngerasain doang. Dia tau mana daerah yang ada penghuninya, tau kalau ada setan di sekeliling dia, dll. Adekku sering ketempelan (hampir mirip kesurupan). Pernah dia sampe ngurung diri di kamar berhari-hari dan gak mau omong apapun, sampe tiba-tiba ngamuk kalau dia lagi marah. Katanya tetanggaku, karena kalau dia lagi marah, dia selalu diem aja gak mau omong dan pikirannya kosong makanya gampang disusupi setan. Kalau aku sering banget deja vu lewat mimpi. Kadang mimpi lagi di tempat A, dan beberapa hari kemudian aku beneran pergi kesitu dan suasana ampe jalan ceritanya persis sama kayak di mimpiku.

Cerita serem ini juga aku alami di mimpiku. Ini salah satunya ya... Kira - kira 3 tahun yang lalu, sepupuku meninggal kecelakaan. Dia dan aku emang deket banget. Dan waktu itu dia tewas mengenaskan (tertabrak truk dan kelindas ban truk tepat di kepalanya).

Beberapa hari setelah dia meninggal, aku mimpi aneh tentang dia. Di mimpi aku sedang ditarik dia menuju ke gedung bertingkat. Wujudnya udah bukan kayak sepupuku tapi kayak kuntilanak. Pake baju putih panjang yang lusuh. Badannya lusuh, kuku panjang2, rambut acak2an dan menutupi mukanya. Dia membawaku ke tingkat paling atas dan terus–terusan mendorongku ke bawah. Aku jelas aja menolak dan berusaha menghindari dia.

Aku lalu bertanya sama dia "Kamu kenapa mau jorokin aku ke bawah? Salahku sama kamu apa?". Tiba-tiba aja dia mendongak ke arahku. Mukanya putih pucat, matanya merah sayu, bener–bener seperti mayat hidup. Dia jawab "Aku kesepian. Di sana aku sendirian. Kamu sayang sama aku khan? Ayo temanin aku!". Selesai jawab, lagi–lagi dia berusaha mendorong aku ke bawah. Spontan, aku berteriak–teriak meminta dia buat berhenti mendorongku. Aku menangis. Ketika dia tahu aku menangis, dia berhenti mendorongku.

Aku omong lagi ke dia "Vin, urusanku di dunia ini belum selesai. Tolong, jangan ajak aku buat nyusul kamu sekarang. Aku juga belum nunjukin bakti aku di dunia buat orangtuaku. Aku emang sayang sama kamu. Suatu saat pasti aku nyusul kamu. Pasti aku nyusul kamu di surga kalau udah waktunya aku dipanggil yang Kuasa. Tenang aja, aku bakal sering doain kamu biar gak kesepian". Dia lalu melepaskan tangannya dari badanku. Dia cuman tersenyum, senyum yang persis sama kayak waktu dia masih hidup.

Habis itu aku langsung bangun dari tidurku. Butuh waktu sampe berjam–jam buat nenangin diriku akibat efek dari mimpi buruk itu. Siangnya aku ceritain mimpi itu ke orangtuaku. Kata orangtuaku itu bukan Vina (sepupuku yang meninggal) tapi jin, niatnya pengen cari korban. Orangtuaku bersyukur banget waktu aku bisa menolak ajakannya, apalagi waktu aku bilang kalau kelak bakal nyusul di surga kalau udah saatnya. Katanya jawabanku udah tepat buat ngusir jin itu. Gak tau itu beneran jin atau gak.

Sekian ceritaku, mohon kritik dan sarannya ya. Maaf kalau ceritanya kurang serem atau ribet.
Read more >>

Kuntilanak di Lingkungan Rumah Saya

Halo semua...
Saya pernah beberapa kali mendapat pengalaman yang sedikit kurang mengenakkan tentang hal-hal gaib, jadi sedikit agak terbiasa juga. Beberapa diantaranya di rumah saya sendiri, tepatnya di Desa Kuwiran, Banyudono, Boyolali, Jawa Tengah.

Suatu maghrib, saya dan kakak laki-laki saya duduk-duduk di ruang makan dan bercanda. Ibu saya di kamar mandi berteriak meminta salah satu dari kami mematikan kran air yang mengisi tandon di lantai dua. Kran air itu sendiri berada di luar rumah di sebelah pintu paling belakang yang menghubungkan lorong depan kamar mandi dengan tangga sisa tanah untuk resapan.

Saya bergegas mematikannya. Sebelum membuka pintu, saya merasa ada yang meniup-niup tengkuk saya padahal saya yakin tidak ada seorang pun di belakang saya. Saya lekas membuka pintu dan di hadapan saya, tepat di sebelah kran saya melihat seorang perempuan berambut kusut dengan wajah pucat, mata melotot dan bagian cekungan matanya menghitam. Saya lekas menutupnya kembali, kemudian saya buka lagi dan sosok itu lenyap. Saya melongok kemanapun juga dia tak lagi nampak. Usai mematikan kran, saya kembali menyusul kakak laki-laki saya.

Beberapa malam kemudian, saya terbangun ingin ke kamar kecil. Sesaat sebelum saya menyalakan lampu kamar mandi, dapur temaram dan ada seorang perempuan berambut kusut dan bergaun putih berdiri membelakangi saya. Setelah saya berkedip, sosok tersebut pun lenyap. Kontan saya kabur kembali ke atas tempat tidur.

Selang beberapa hari kemudian, tetangga banyak yang bercerita bahwa di lingkungan rumah saya, mereka juga telah melihat sosok yang sama duduk-duduk di garasi rumah tetangga saya.

Sekian cerita saya, maaf kalau biasa saja...
Read more >>
Powered by Blogger.
 

Follows

Blogroll