Hai, namaku Lia. Baru pertama kali baca di blog ini terus kepikiran buat
ikutan sharing cerita. Kata beberapa anggota keluargaku, karena kakekku
bisa interaksi sama yang gak keliatan (kayak ustad Solehpati di mister
Tukul) hampir semua sodaraku jadi punya kelebihan (indera keenam) yang
berbeda2...
Kakakku, cuman bisa ngerasain doang. Dia tau mana daerah yang ada
penghuninya, tau kalau ada setan di sekeliling dia, dll. Adekku sering
ketempelan (hampir mirip kesurupan). Pernah dia sampe ngurung diri di
kamar berhari-hari dan gak mau omong apapun, sampe tiba-tiba ngamuk
kalau dia lagi marah. Katanya tetanggaku, karena kalau dia lagi marah,
dia selalu diem aja gak mau omong dan pikirannya kosong makanya gampang
disusupi setan. Kalau aku sering banget deja vu lewat mimpi. Kadang
mimpi lagi di tempat A, dan beberapa hari kemudian aku beneran pergi
kesitu dan suasana ampe jalan ceritanya persis sama kayak di mimpiku.
Cerita serem ini juga aku alami di mimpiku. Ini salah satunya ya... Kira
- kira 3 tahun yang lalu, sepupuku meninggal kecelakaan. Dia dan aku
emang deket banget. Dan waktu itu dia tewas mengenaskan (tertabrak truk
dan kelindas ban truk tepat di kepalanya).
Beberapa hari setelah dia meninggal, aku mimpi aneh tentang dia. Di
mimpi aku sedang ditarik dia menuju ke gedung bertingkat. Wujudnya udah
bukan kayak sepupuku tapi kayak kuntilanak. Pake baju putih panjang yang
lusuh. Badannya lusuh, kuku panjang2, rambut acak2an dan menutupi
mukanya. Dia membawaku ke tingkat paling atas dan terus–terusan
mendorongku ke bawah. Aku jelas aja menolak dan berusaha menghindari
dia.
Aku lalu bertanya sama dia "Kamu kenapa mau jorokin aku ke bawah?
Salahku sama kamu apa?". Tiba-tiba aja dia mendongak ke arahku. Mukanya
putih pucat, matanya merah sayu, bener–bener seperti mayat hidup. Dia
jawab "Aku kesepian. Di sana aku sendirian. Kamu sayang sama aku khan?
Ayo temanin aku!". Selesai jawab, lagi–lagi dia berusaha mendorong aku
ke bawah. Spontan, aku berteriak–teriak meminta dia buat berhenti
mendorongku. Aku menangis. Ketika dia tahu aku menangis, dia berhenti
mendorongku.
Aku omong lagi ke dia "Vin, urusanku di dunia ini belum selesai. Tolong,
jangan ajak aku buat nyusul kamu sekarang. Aku juga belum nunjukin
bakti aku di dunia buat orangtuaku. Aku emang sayang sama kamu. Suatu
saat pasti aku nyusul kamu. Pasti aku nyusul kamu di surga kalau udah
waktunya aku dipanggil yang Kuasa. Tenang aja, aku bakal sering doain
kamu biar gak kesepian". Dia lalu melepaskan tangannya dari badanku. Dia
cuman tersenyum, senyum yang persis sama kayak waktu dia masih hidup.
Habis itu aku langsung bangun dari tidurku. Butuh waktu sampe berjam–jam
buat nenangin diriku akibat efek dari mimpi buruk itu. Siangnya aku
ceritain mimpi itu ke orangtuaku. Kata orangtuaku itu bukan Vina
(sepupuku yang meninggal) tapi jin, niatnya pengen cari korban.
Orangtuaku bersyukur banget waktu aku bisa menolak ajakannya, apalagi
waktu aku bilang kalau kelak bakal nyusul di surga kalau udah saatnya.
Katanya jawabanku udah tepat buat ngusir jin itu. Gak tau itu beneran
jin atau gak.
Sekian ceritaku, mohon kritik dan sarannya ya. Maaf kalau ceritanya kurang serem atau ribet.
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Powered by Blogger.
Blog Archive
-
▼
2012
(47)
-
▼
July
(28)
- Firasat Buruk Saat Melewati Rumah Kosong
- Dicakar Setan
- Pengalaman Saat LDKS OSIS
- Hari Setelah Dijadikan Anak Botting
- Pengalaman Seram Saat Menginap di Villa
- 2 Pengalaman Aneh di SMP
- Makmumku Dari Bangsa Jin
- Ketemu Pocong di Areal Pemancingan
- Indera Keenam di Kalangan Keluargaku
- Jembatan Angker di Depan Rumah
- Malam Yang Mencekam
- Siapa Yang Dibelakangku?
- Tandem Siaran Di Bangku Kosong
- Lukisan Bergambar Kehidupan
- Temanku Yang Tiba-Tiba Aneh
- Bertemu Kuntilanak Dibawah Pohon Pisang
- Menarik Kepala Makhluk Halus
- Jembatan Angker di Depan Rumah
- Kisah Room Boy Hotel 1
- Ular Apa Ini?
- Rumah Sebelah
- Makmumku Dari Bangsa Jin
- Sholat Tahajud di Masjid yang Gelap
- Saat Latihan Paskibra di Sekolah
- Sepasang Kekasih di Rumah Kosong
- Ketemu Pocong di Areal Pemancingan
- Indera Keenam di Kalangan Keluargaku
- Kuntilanak di Lingkungan Rumah Saya
-
▼
July
(28)

0 comments:
Post a Comment