Aku adalah Emo, aku seorang pria yang saat ini berumur 23 tahun, namun
umurku saat mengalami kejadian ini masih 17 tahun dan masih SMA.
Kebetulan aku adalah murid yang aktif di kegiatan ekstrakulikuler
teater. Karena ada sebuah penggarapan pentas, latihan teater pulang
malam sekitar jam 20.30.
Jalan pulang yang kulalui memang harus melewati komplek pemakaman umum
di daerah tempat aku tinggal, komplek pemakaman terbesar di daerahku.
Mengapa aku menyebut komplek pemakaman? Karena tanah pemakaman ini
sangatlah luas dan di sekat-sekat oleh jalan beraspal dan dinding tembok
sebagai batas tanah makam, sehingga pemakaman ini layaknya sebuah
komplek, dan diantara komplek pemakaman itu terdapat sebuah Masjid yang
biasa digunakan warga sekitar.
Jam telah menunjukkan 20.55, maka kuputuskan saja berhenti di Masjid
tersebut. Sungguh megah Masjid tersebut, bersih dan suasananya nyaman,
tidak ada kesan angker ataupun mengerikan walaupun Masjid tersebut ada
di komplek pemakaman. Segera kuparkirkan sepedaku dan kukunci cakram
sepedaku dengan sebuah gembok, jaman sekarang rasa aman sudah mahal
harganya. Aku sudah terlalu terburu-buru untuk segera sholat, segera ku
berwudhu dan berniat untuk melakukan sholat isya.
"Allahuakbar..." sesaat setelah takbir ada seseorang yang menepuk
pundakku, pertanda ingin bermakmum padaku, untung saja aku belum membaca
Al-Fatiha. Aku pun segera merubah niatku untuk menjadi Imam, bacaan
surat Al-fatiha pun kunyaringkan bahkan sampai pada ayat "Wa lad
dollin...". Makmumku menjawab "Amieeen..." dengan serentak. Rupanya yang
bermakmum padaku lumayan banyak, pria dan wanita. Itu bisa aku ketahui
dari bergemanya suara amien dan suara khas laki-laki serta perempuan.
Aku tak menaruh curiga, begitu pun saat rakaat kedua. Makmum yang
mengamini sama seperti di rakaat pertama. Sholat isya` berjalan
sebagaimana mestinya. Tidak ada yang aneh sampai saat aku menyelesaikan
sholat dan salam. Saat aku menoleh ke kanan dan kekiri untuk salam, aku
bisa melihat makmumku melalui pintu kaca yang mengelilingi Masjid,
makmumku terdiri dari 2 shaff itu laki-laki dan perempuan, namun saat
aku berbalik hendak bersalaman... mereka lenyap.
Heran, bingung dan takut menjadi satu. Posisiku yang bersilah membuatku
tak mampu berlari langsung karena ketakutan. Keringat dingin dan hawa
lembab menambah suasana horor yang aku rasakan. Sial, kakiku kesemutan
membuatku tak mampu berlari. Dari belakangku seorang laki-laki berjubah
putih menepuk pundakku.
Singkat cerita, lelaki itu mengenalkan diri sebagai kiyai yang biasa
menjadi imam. Dari kiyai tersebut aku mendapatkan kenyataan bahwa di
Masjid tersebut biasa digunakan sebagai pondok pesantren serta pusat
menimba ilmu dari bangsa jin. Aku dibantu berdiri oleh pak kyai tersebut
dan dihantarkan menuju sepedaku untuk pulang. Sepulang dari Masjid
tersebut aku di beri sebuah sajadah berwarna hijau, sejak saat itu
hingga sekarang aku mampu merasakan dan mendeteksi bangsa jin.
Dan kiyai yang memberikan sajadah? Hingga sekarang aku mencari beliau
dan masih belum bertemu kembali. Bodohnya aku, aku lupa menanyakan nama
beliau. Entah siapa beliau. Sekarang aku adalah seorang perawat, dan
stock cerita misteriku masih banyak. Nanti pelan-pelan akan aku bagikan
di web ini.
- Emo -
Subscribe to:
Post Comments (Atom)
Powered by Blogger.
Blog Archive
-
▼
2012
(47)
-
▼
July
(28)
- Firasat Buruk Saat Melewati Rumah Kosong
- Dicakar Setan
- Pengalaman Saat LDKS OSIS
- Hari Setelah Dijadikan Anak Botting
- Pengalaman Seram Saat Menginap di Villa
- 2 Pengalaman Aneh di SMP
- Makmumku Dari Bangsa Jin
- Ketemu Pocong di Areal Pemancingan
- Indera Keenam di Kalangan Keluargaku
- Jembatan Angker di Depan Rumah
- Malam Yang Mencekam
- Siapa Yang Dibelakangku?
- Tandem Siaran Di Bangku Kosong
- Lukisan Bergambar Kehidupan
- Temanku Yang Tiba-Tiba Aneh
- Bertemu Kuntilanak Dibawah Pohon Pisang
- Menarik Kepala Makhluk Halus
- Jembatan Angker di Depan Rumah
- Kisah Room Boy Hotel 1
- Ular Apa Ini?
- Rumah Sebelah
- Makmumku Dari Bangsa Jin
- Sholat Tahajud di Masjid yang Gelap
- Saat Latihan Paskibra di Sekolah
- Sepasang Kekasih di Rumah Kosong
- Ketemu Pocong di Areal Pemancingan
- Indera Keenam di Kalangan Keluargaku
- Kuntilanak di Lingkungan Rumah Saya
-
▼
July
(28)

0 comments:
Post a Comment